- Details
- By Admin
- Hits: 63
Padang, 8 Juli 2025 — Abdul Aziz Nasta, mahasiswa Program Magister Manajemen Bencana Universitas Andalas, berpartisipasi sebagai delegasi dari Universitas Andalas dalam forum ilmiah internasional 11th International Seminar on Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE) 2025 yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, pada 26–28 Juni 2025.
Dalam forum tersebut, Abdul Aziz menyampaikan presentasi oral atas penelitiannya yang berjudul “Analysis of the Impact of Flash Floods on Socio-Economic, Food Security and Farmer Adaptation in Tanah Datar District, West Sumatra, Indonesia.” Presentasi berdurasi lima menit ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan isu kebencanaan lokal dari Sumatera Barat kepada komunitas akademik internasional.
Penelitian ini merupakan bagian dari hibah tesis yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas. Riset berfokus pada dampak banjir bandang terhadap ketahanan pangan, kondisi sosial ekonomi, serta strategi adaptasi petani di daerah rawan bencana. Temuan dari studi ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan penanggulangan bencana berbasis bukti.
“Menjadi bagian dari forum internasional seperti ini memberi saya kesempatan untuk belajar dari peneliti lain, sekaligus menyuarakan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat di Tanah Datar. Saya berharap pengalaman ini dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan pengembangan riset di bidang kebencanaan,” ujar Abdul Aziz.
Dalam konferensi tersebut, Abdul Aziz turut didampingi oleh Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana, Prof. Dr.Eng. Ir. Fauzan, S.T., M.Sc(Eng.), serta dosen pembimbing yang juga peneliti senior: Prof. Dr. Bambang Istijono, M.Eng sebagai corresponding author (Pembimbing I), dan Prof. Ir. Abdul Hakam, M.T., Ph.D (Pembimbing II). Turut hadir pula Bapak Arian Dodi, S.T., M.T. dari Balitbang Provinsi Sumatera Barat sebagai mitra institusional dalam pelaksanaan penelitian ini.
Prof. Fauzan menegaskan bahwa Program Magister Manajemen Bencana Universitas Andalas tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan riset yang berdampak langsung pada masyarakat. “Kami berkomitmen mencetak ilmuwan dan praktisi kebencanaan yang mampu berpikir strategis serta memberikan kontribusi nyata bagi ketangguhan wilayah rawan bencana,” ujarnya.
Sebagai salah satu program studi pertama di Indonesia yang secara khusus menangani isu kebencanaan, Magister Manajemen Bencana Universitas Andalas mengusung pendekatan multidisipliner yang terbuka bagi lulusan dari berbagai latar belakang. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan era kontemporer seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan ancaman bencana alam yang semakin kompleks.
Keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional ini menjadi bukti komitmen Universitas Andalas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat kontribusi riset lokal dalam diskursus akademik global.
- Details
- By Admin
- Hits: 58

Kab.Tanah Datar (SUMBAR) - Tim Pengabdian Masyarakat Magister Manajemen Bencana (MMB) Pascasarjana Universitas Andalas melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Kenagarian Aie Angek Tanah Datar, Jumat (15/08/2025).
Tim Pengabdian dipimpin langsung Ketua Prodi Fauzan, MT, Ph.D didampingi Prof Dr Bambang Istiyono, Prof Dr. Afrizal dan Dr Basril Basyar serta mahasiswa S.2 MMB.
Dipilih Kenagarian Aie Angek sebagai lokasi Pengabdian tidak lepas dari kondisi daerah Aie Angek yang rawan bencana dari gunung Marapi yang letaknya bersebelahan dengan nagari penghasil sayur-sayuran terbesar di tanah datar itu..
Ketika terjadi erupsi dan banjir lahar dari gunung Marapi, Sabtu 11 Mei 2024 lalu , daerah Aie Angek termasuk daerah yang terparah ditimpa musibah. Dua aliran sungai yang membawa lahar dingin melintasi kawasan Aie Angek dan sekitarnya.
Walinagari Aie Angek ketika menerima Tim Pengabdian mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan Unand kepada Nagari Aie Angek. Menurut rencana di Nagari Aie Angek akan dipasang Early Warning System ( EWS) yang akan digunakan untuk mengantisipasi bencana alam yang selalu mengintai di nagari ini.
Pengabdian kepada masyarakat atau PKM ini melibatkan mahasiswa KKN Unand yang sengaja di tempatkan di nagari ini. Dalam pemaparan anggota Tim menyampaikan berbagai aspek yang berperan penting bagi nagari Aie Angek.
Prof Bambang umpamanya membahas dari sisi fenomena alam dan sekaligus mengarah kepada kontijensi bencana. Kita bisa terhindar dari bencana bila kita bisa memprediksi dari awal, kata Prof Bambang.
Sementara Prof Afrizal yang merupakan ahli di bidang tanah memberikan beberapa resep terhadap pengelolaan tanah di kawasan Gunung berapi. Biasanya setelah beberapa bulan setelah erupsi dan letusan gunung, lahan di kawasan akan subur. Ia memberikan beberapa resep mengelola tanah di sekitar gunung.
Dr Basril Basyar Dosen Komunikasi MMB dalam pemaparan mengupas tentang pola dan jaringan komunikasi di kawasan daerah bencana. Ia sebenarnya ingin meneliti lebih jauh terkait pola komunikasi yang terjadi di kawasan daerah bencana. Sehingga akan diketahui siapa saja tokoh yang selalu atau sering dihubungi bila terjadi bencana. Ia mengatakan, kita harus siap dan Siaga, karena bencana itu akan selalu berulang. (*)
Page 2 of 2